Kamu sedang bingung perbedaan MBR dan GPT? Simak penjelasan berikut ini, kamu pasti langsung paham dan bisa milih MBR atau GPT.

Bicara soal perbedaan antara MBR dan GPT tidak terlepas dari hardware HDD dan sistem operasi dari komputer itu sendiri.

Untuk kamu yang baru saja membeli harddisk baru dan ingin menginstall sistem operasi ke HDD tersebut pastinya harus membuat partisi terlebih dahulu.

Apa itu sebenarnya partisi ?

Kata partisi sebenarnya berasal dari bahasa inggris yaitu partition yang artinya merupakan sekat atau pemisah atau pembagian.

Kenapa harus membuat partisi pada harddisk ?

Seperti kita ketahui kalau harddisk zaman sekarang ukuran nya sudah besar-besar. Biasanya sistem operasi dan penyimpanan file-file penting diletakkan pada partisi yang berbeda. Hal ini bertujuan agar seandainya sistem operasi corrupt dan harus install ulang maka data yang terhapus hanya satu partisi saja.

Data yang tersimpan di partisi lain tidak akan terhapus karena sudah tersekat meskipun secara fisik masih dalam satu harddisk.

Selain untuk kemudahan install ulang OS tanpa harus menghapus keseluruhan file dalam harddisk, melakukan partisi harddisk juga dapat meningkatkan kinerja komputer supaya lebih cepat.

Pengelolaan Harddisk juga akan lebih optimal karena dengan melakukan sekat-sekat, kemampuan baca tulis HDD bisa langsung fokus hanya pada partisi yang memang letak file nya sudah jelas ada di situ.

Pengguna windows 7 atau OS yang lebih jadul memang tidak ada masalah saat membuat partisi harddisk. Namun untuk pengguna windows 8 dan windows 10 akan mulai menemui masalah saat membuat partisi harddisk terutama dengan kapasitas yang lebih dari 2 TB.

Sebelum membahas lebih dalam mengenai perbedaan antara MBR dan GPT, kita bahas dahulu masing-masing artinya supaya lebih jelas membedakannya.

Pengertian MBR

MBR sudah lebih dahulu ada ketimbang GPT. Saat masih banyak yang menggunakan windows XP atau 7 memang belum banyak orang yang tahu tentang perbedaan antara MBR dan GPT.

Sebab saat itu masih lancar-lancar saja saat membuat partisi harddisk. Namun setelah windows 8 dan versi OS yang lebih modern muncul, maka mulailah orang penasaran dengan apa itu MBR dan GPT.

MBR atau Master Boot Record adalah sistem partisi jadul yang sudah ada sejak tahun 80 an bersamaan dengan munculnya sistem operasi Microsoft DOS.

Sistem partisi MBR ini dapat kamu temukan dengan mudah pada motherboard keluaran lama. Legacy BIOS pada motherboard jadul menggunakan sistem MBR untuk membuat partisi pada HDD nya.

Semua informasi dalam harddisk seperti file sistem, logical partition, extended partition, dan lainnya, dikendalikan oleh sistem MBR ini.

Saat proses booting atau saat pertama kali komputer dinyalakan, sistem MBR ini akan mulai mencari lokasi file boot sektor nya. Boot sektor dalam HDD ini berisi file-file yang akan menjalankan software atau sistem operasi komputer.

MBR merupakan teknologi yang sudah usang, dengan munculnya hardware-hardware komputer yang lebih modern. Sistem ini dianggap sudah memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya tergantikan oleh GPT.

Berikut ini beberapa kekurangan yang ada pada sistem MBR :

  • Hanya bisa berjalan dengan baik pada harddisk yang kapasitas nya maksimal 2 TB saja. Padahal HDD keluaran sekarang sudah banyak yang lebih dari 4 TB. Sehingga MBR akan dapat menurunkan performa komputer secara keseluruhan.
  • Hanya bisa membuat maksimal 4 partisi saja. Jika ingin lebih dari 4, satu partisi utamanya harus dikorbankan menjadi extended partition agar bisa dibuat lagi beberapa logical partition.
  • File sistem nya hanya berlokasi pada sektor pertama saja, sehingga jika sistem operasi mengalami corrupt da maka akan mengalami kerusakan.

Pengertian GPT

Seperti yang sudah kita bahas tadi bahwa GPT merupakan sistem yang lebih modern dari MBR. GPT atau GUID Partition Table adalah sistem partisi harddisk yang menggunakan standar layout Globally Unique Identifier.

Motherboard yang sudah mendukung UEFI dapat membuat partisi HDD dengan sistem GPT.

Berikut ini beberapa kelebihan jika HDD kamu ingin menggunakan sistem GPT :

  • Untuk Harddisk berkapasitas lebih dari 2 TB, disarankan jangan menggunakan sistem MBR tetapi pakailah partisi GPT. Sistem GPT mampu mendukung harddisk berkapasitas hingga 9 Zettabyte dan dapat berjalan dengan lancar.
  • Tidak seperti MBR yang hanya mendukung maksimal 4 partisi saja, pada GPT mampu mendukung hingga 128 partisi. Hal ini tentunya sangat cocok untuk harddisk keluaran sekarang yang berkapasitas besar dan ingin membuat partisi yang banyak.
  • Ada backup file, sehingga jika terjadi kerusakan pada sektor tertentu maka sistem operasi dan file sistem tetap dapat bekerja dengan baik karena otomatis menggunakan backup lainnya.

Perbedaan MBR dan GPT secara umum

Nah, setelah memahami dengan detail pengertian dari MBR dan GPT, pastinya sekarang kamu telah mengetahui perbedaan nya dengan jelas bukan ?

Secara umum perbedaan antara MBR dan GPT dapat disimpulkan seperti ini :

  • Sistem MBR hanya mendukung harddisk kapasitas kecil yang tidak lebih dari 2 TB. Sedangkan harddisk berkapasitas besar lebih cocok menggunakan GPT.
  • GPT mendukung pembuatan hingga 128 partisi, sedangkan MBR hanya bisa maksimal 4 partisi saja.
  • File-file yang menggunakan partisi GPT akan terjamin lebih awet, sebab ada backup yang dapat menggantikan sektor utama jika sewaktu waktu mengalami masalah karena metode penyimpan nya tercopy sampai beberapa kali. Sedangkan MBR file sistem dan lokasi sistem operasi nya hanya tersimpan pada satu sektor saja dan tidak ada backup.